Tampilkan postingan dengan label Hobby Dan Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobby Dan Bisnis. Tampilkan semua postingan
0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2014/08/hati-hati-berinvestasi.html[/postlink]Ciri-ciri penipuan berkedok investasi:

1. Biasanya keuntungan yang dijanjikan tidak masuk akal, karena jika memang nyata sedemikian fantastisnya, mengapa tidak meminjam dana saja di bank untuk menjalankan bisnisnya? Namun, bank tentu saja tidak akan sembarangan memberikan kredit tanpa proses survei demi keamanan dana nasabah bank.

2. Biaya administrasi untuk bergabung besar, biasanya karena ada komisi untuk yang berhasil mencari investor (dowline).

3. Administrasi manual, jadi sulit untuk mengoleksi data yang tepat.

4. Skema bisnis tidak jelas, tidak jelas perhitungan keuntungan, dan perputaran dana, karena bisnis cenderung fluktuatif tidak selalu untung, namun tidak jelaskan juga kalau terjadi kerugian.

5. Menggunakan ponzi scheme, dana dari investor baru dipakai untuk membayar keuntungan investor lama, jadi investor terakhirlah yang benar-benar gigit jari.

Tips untuk menghindari penipuan investasi:

1. Jangan mudah tergiur iming-iming {return} yang fantastis.
2. Jangan mudah percaya hanya dengan kata-kata tanpa bukti, meskipun dibungkus dengan assesoris keagamaan yang kental.
3. Jangan berinvestasi ditempat yang Anda tidak mengerti, pahami dulu baru dijalankan
4. Tidak ada skema cepat kaya tanpa kerja.

Hati-Hati Berinvestasi !

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2014/07/ide-kreatif-yang-terbukti-bisa-membuat.html[/postlink] Terkadang gagasan yang tiba-tiba muncul di kepala, walau seolah terlihat sepele bisa menjadi penemuan baru. Selain bermanfaat bagi orang banyak, juga membuat si penemu kaya raya. Ini contohnya:

1.Bette Graham - Mistake Out

[Image: bettegraham2-apakabardunia.jpg]

Sekitar tahun 1951, Ms Graham menjadi sekretaris eksekutif yang sering mengetik dokumen penting. Agar tak usah mengulang mengetik dokumen setiap kali ada salah ketik, ia menggunakan cat putih yang ia ramu sendiri. Ternyata cat putih plus kuas kecil yang dinamakannya Mistake Out itu disukai teman-temannya juga. Akhirnya ia mendirikan pabrik Mistake Out.


Pada tahun 1972, omset usahanya sudah lima juta botol Mistake Out setiap tahunnya. Ketika ia meninggal tahun 1980, kekayaannya mencapai 47,5 juta dolar AS. Siapa sangka ide kecil itu bisa membuatnya kaya.

Mistake Out dikenal juga sebagai Liquid Paper, atau kita menyebutnya "Tipe-X".

2.Earle Dickson - Band-Aid

[Image: dickson-3.jpg]

40truetalesofdoinguntoothers.wordpress.com

Capek berkali-kali menempelkan perban pada jari istrinya yang sering terluka saat mengiris makanan di dapur, Earle Dickson menemukan cara jitu. Ia menggunting kain kasa kecil lalu menempelkannya di selotip.


Dengan cara ini, kain kasa jadi mudah ditempelkan pada luka kecil. Ternyata ide yang dimunculkan pada sekitar tahun 1920-an itu cukup brilian sampai-sampai perusahaan tempatnya bekerja, Johnson & Johnson memproduksinya secara massal dan Earle Dickson sendiri diangkat menjadi wakil presiden Johnson & Johnson.

3. Albert J. Parkhouse - Gantungan Baju

[Image: ALBERT-HANGER-apakabardunia.jpg]

Ia kehabisan cantelan jaket di dinding saat tiba di tempatnya bekerja. Albert J. Parkhouse, yang bekerja di pabrik kawat pada sekitar tahun 1903 akhirnya menemukan ide. Kawat ia bentuk oval dengan dua ujung kawat disatukan sehingga menjadi kaitan. Dengan kawat bentukan, itu ia bisa menggantungkan jaket dan mencantelkannya dengan mudah di dinding, tanpa mengganggu jaket lain yang ada di sana. Itulah awal ditemukannya gantungan baju.

Sekarang siapa yang tak membutuhkan gantungan baju? Ide kecil itu kini jadi bisnis besar. Inilah bukti bahwa masalah kecil bisa jadi ide sukses yang luar biasa.


4.Arthur Fry - Post-it

[Image: art-fry.jpg]

Bagaimana cara membuat catatan yang mudah ditempel, mudah dilihat, dan mudah pula dilepas? Arthur Fry punya caranya. Idenya didapat dari temannya yang memanfaatkan lem gagal (tidak lengket) sebagai bahan penempel kertas untuk menandai halaman di kitabnya.

Arthur lalu mengembangkannya menjadi produk yang belakangan dikenal sebagai Post-it.Post-it, ide kecil itu, kemudian menjadi produk andalan 3M (perusahaan yang mempekerjakan Arthur) dan menjadi bisnis besar. Kini, dunia mengenalnya sebagai "kertas catatan tempel" yang populer.

5. Toru Kumon - Kumon

[Image: toru-kumon-apakabardunia.png]

Anak pertama Toru Kumon, seorang guru matematika SMA di Jepang, sulit belajar matematika. Kumon lalu membuat metode (modul) pelajaran matematika bagi anaknya agar memudahkannya memahami ilmu hitung ini pada tahun 1954. Metode itu ia namakan Metode Kumon. Ternyata dengan metode itu anaknya bisa mengikuti pelajaran matematika dengan sangat baik. Setelah itu para tetangganya ingin mencoba metode yang sama. Kumon lalumendirikan Kumon Center.
Kini sebanyak 26.000 Kumon Center berdiri di 44 negara dengan pola pengembangan jaringan franchise.

Jadi, tak ada salahnya membiarkan pikiran mengembara mencari ide-ide kreatif. Tak heran, orang-orang yang bekerja di bidang kreatif selalu dianjurkan memiliki pola pikir yang "out of the box". Dari ide-ide yang tak lazim maka penemuan-penemuan baru bermunculan.

Pastinya, 5 penemu di atas bermula dari pengamatan terhadap sesuatu hal, lalu membiarkan pikiran mencari solusi. Dari sana muncullah ide. Awalnya hanya ada dalam "impian". Akhirnya kesuksesan diraih ketika bangun dan menangkap mimpi, serta menjadikannya kenyataan.


hore

(eoc)

Ide Kreatif Yang Terbukti Bisa Membuat Kaya

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2014/07/tips-keuangan-cara-aman-hindari-setelah.html[/postlink]
Bisnis.com, JAKARTA – Menjelang perayaan Idul Fitri banyak pengeluaran yang harus dipenuhi. Mulai dari zakat, bagi-bagi angpau, membuat kue lebaran, membeli baju baru, hingga kebutuhan mudik bersama keluarga.

Bagi yang bekerja, biasanya mendapatkan Tunjangan Hari Raya dari perusahaan. Namun, jika tidak pintar-pintar mengolahnya bersiaplah menahan napas. Apalagi tahun ini lebaran jatuh pada akhir bulan sehingga perlu kehati-hatian agar tidak membebani pendapatan pada bulan berikutnya.

Konsultan Keuangan dari Quantum Magna Financial Mohammad B Teguh menuturkan, konsumen tidak bisa hanya mengandalkan uang THR semata, tetapi harus membuat anggaran tahunan khusus lebaran yang terpisah dari pendapatan bulanan.

“Dengan begitu, tidak ada alasan tidak ada budget untuk pengeluaran rutin. dan tidak boleh saling sabotase, kalau sudah dibujetin habis, ngga boleh ambil dari bulanan karena khawatirnya akan kehabisan napas dan malah utang lagi,” ujarnya ketika berbincang dengan Bisnis, awal pekan ini.

Menurutnya, pengeluaran tahunan perlu dialokasikan sedari awal sesuai kebutuhan. Jika pun tidak mencukupi, bisa ditutupi dari pendapatan bulanan yang disisihkan selama tiga hingga enam bulan terakhir.

Untuk itu, konsumen perlu mencatat kebutuhan secara tertulis termasuk mengenali hal mana yang termasuk kebutuhan dan yang hanya sekadar keingan. Agar tidak terjebak dengan anggaran yang membengkak, maka perlu membuat skala prioritas.

 “Kalau kebutuhan lebih tinggi, bisa dikurangi pengeluarannya dengan membuat skala prioritas sehingga tidak perlu berhutang. Jika berhutang, harus segera dilunasi dan buat perencanaannya,” tuturnya.

Intinya Idul Fitri bukanlah untuk bermewah-mewah. Jangan sampai kita mengeluarkan anggaran berlebihan. Perlu sikap bijak dan disiplin dari setiap masyarakat untuk mengatur keuangan sehingga tidak perlu khawatir mengalami kantong kering alias "kanker" pascalebaran.

TIPS KEUANGAN: Cara Aman Hindari "Kanker" Setelah Lebaran

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2014/07/10-kebohongan-bisnis-multi-level.html[/postlink]Sebelum anda memutuskan untuk bergabung dengan MLM yang menawarkan produk, janji, propaganda, mimpi yang indah, kekayaan, kenyaman hidup, prestise, kemewahan, tamasya, kendaraan mewah, penghasilan yang luarbiasa, tamasnya keliling dunia, dll. Ada baiknya anda membaca sebagian isi dari sebuah buku berjudul Kebohongan MLM :

Kebohongan No. 1:
MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain.

Fakta :
Bagi hampir semua orang yang menanamkan uang, MLM berakhir dengan hilangnya uang. Kurang dari 1% distributor MLM yang mendapatkan laba dan mereka yang mendapatkan pendapatan seumur hidup dalam bisnis ini persentasenya jauh lebih kecil lagi.

Cara pemasaran dan penjualan yang tidak lazim menjadi penyebab utama kegagalan ini. Namun, kalau toh bisnis ini lebih menjanjikan, maka perhitungan matematis pasti akan membatasi terjadinya peluang sukses tersebut. Tipe struktur bisnis MLM hanya dapat menopang sejumlah kecil pemenang.

Jika seseorang memerlukan downline sejumlah 1000 orang agar dia memperoleh pendapatan seumur hidup, maka 1000 orang downline tadi akan memerlukan sejuta orang untuk bisa memperoleh kesempatan yang sama. Jadi, berapa orang yang secara realistis bisa diajak bergabung?
Banyak hal yang tampak sebagai pertumbuhan pada kenyataannya adalah pengorbanan distributor baru secara terus-menerus. Uang yang masuk ke kantong elite pemenang berasal dari pendaftaran para pecundang. Dengan tidak adanya batasan jumlah distributor di suatu daerah dan tidak ada evaluasi tentang potensi pasar, sistem ini dari dalamnya sudah tidak stabil.

Kebohongan No. 2:
Network marketing adalah cara baru yang paling populer dan efektif untuk membawa produk ke pasar. Konsumen menyukai membeli produk dengan cara door-to-door.

Fakta :
Jika anda mengikuti aktivitas andalan MLM berupa penjualan keanggotaan secara terus-menerus dan mengamati hukum dasarnya, yakni penjualan eceran satu-satu ke konsumen, anda akan menemukan sistem penjualan yang tidak produktif dan tidak praktis. Penjualan eceran satu-satu ke konsumen merupakan cara kuno, bukan trend masa depan. Penjualan secara langsung satu-satu ke teman atau saudara menuntut seseorang untuk mengubah kebiasaan belanjanya secara drastis.

Seseorang pasti mendapatkan bahwa pilihannya terbatas, kerap kali membayar lebih mahal untuk sebuah produk, membeli dengan tidak nyaman, dan mengadakan transaksi bisnis dengan teman dekat atau saudara. Ketidak-layakan (unfeasibility) penjualan door-to-door inilah yang menjadi alasan kenapa pada kenyataannya MLM merupakan bisnis yang terus-terusan menjual kesempatan menjadi distributor.

Kebohongan No. 3 :
Di suatu saat kelak, semua produk akan dijual dengan model MLM. Para pengecer, mall, katalog, dan sebagian besar pengiklanan akan mati karena MLM.

Fakta :
Kurang dari 1% dari keseluruhan penjualan dilakukan melalui MLM dan banyak volume dari penjualan ini terjadi karena pembelian oleh para distributor baru yang sebenarnya membayar biaya pendaftaran untuk sebuah bisnis yang selanjutnya akan dia tinggalkan.

MLM tidak akan menggantikan cara-cara pemasaran yang sekarang ada. MLM sama sekali tidak bisa menyaingi cara-cara pemasaran yang lain. Namun yang lebih pasti, MLM melambangkan program investasi baru yang meminjam istilah pemasaran dan produk. Produk MLM yang sesungguhnya adalah keanggotaan (menjadi distributor) yang dijual dengan cara menyesatkan dan membesar-besarkan janji mengenai pendapatan. Orang membeli produk guna menjaga posisinya pada sebuah piramid penjualan. Pendukung MLM senantiasa menekankan bahwa anda dapat menjadi kaya, jika bukan karena usaha keras anda sendiri maka kekayaan itu berasal dari seseorang yang tidak anda kenal yang mungkin akan bergabung dengan downline anda, atau istilah orang MLM “big fish”.

Pertumbuhan MLM adalah perwujudan bukan dari nilai tambahnya terhadap ekonomi, konsumen, maupun distributor, namun lebih merupakan perwujudan dari tingginya ketakutan ekonomi dan perasaan tidak aman serta meningkatnya impian untuk menjadi kaya dengan mudah dan cepat. MLM tumbuh dengan cara yang sama dengan tumbuhnya perjudian dan lotere.

Kebohongan No. 4 :
MLM adalah gaya hidup baru yang menawarkan kebahagiaan dan kepuasan. MLM merupakan cara untuk mendapatkan segala kebaikan dalam hidup.

Fakta :
Daya tarik paling menyolok dari industri MLM sebagaimana yang disampaikan lewat iklan dan presentasi penarikan anggota baru adalah ciri materialismenya. Perusahaan-perusahaan besar akan tumbang sebagai akibat dari janji-janji kekayaan dan kemewahan yang disodorkan oleh penjaja MLM. Janji-janji ini disajikan sebagai tiket menuju kepuasan diri.
Pesona MLM yang berlebihan mengenai kekayaan dan kemewahan bertentangan dengan aspirasi sebagian besar manusia berkaitan dengan karya yang bernilai dan memberikan kepuasan untuk sesuatu yang menjadi bakat dan minatnya. Singkatnya, budaya bisnis MLM membelokkan banyak orang dari nilai-nilai pribadinya dan membelokkan aspirasi seseorang untuk mengekspresikan bakatnya.

Kebohongan No. 5:
MLM adalah gerakan spiritual.

Fakta :
Peminjaman konsep spiritual seperti kesadaran akan kemakmuran dan visualisasi kreatif untuk mengiklankan keanggotaan MLM, penggunaan kata-kata seperti “komuni” untuk menggambarkan kelompok penjualan, dan klaim bahwa MLM merupakan pelaksanaan prinsip-prinsip Kristiani atau ajaran-ajaran Injili adalah penyesatan besar dari ajaran-ajaran rokhani.

Mereka yang memusatkan harapan dan impiannya pada kekayaan dalam doa-doanya jelas kehilangan pandangan akan spiritualitas murni sebagaimana yang diajarkan oleh semua agama yang dianut umat manusia. Penyalahgunaan ajaran-ajaran spiritual ini pastilah pertanda bahwa penawaran investasi MLM merupakan penyesatan.
Jika sebuah produk dikemas dengan bendera atau agama tertentu, waspadalah! “Komunitas” dan “dukungan” yang ditawarkan oleh organisasi MLM kepada anggota baru semata-mata didasarkan pada belanjanya. Jika pembelanjaan dan pendaftarannya menurun, maka menurun pula “komuni” tersebut.

Kebohongan No. 6:
Sukses dalam MLM itu mudah. Teman dan saudara adalah prospek. Mereka yang mencintai dan mendukung anda akan menjadi konsumen anda seumur hidup.

Fakta :
Komersialisasi ikatan keluarga dan persahabatan yang diperlukan bagi jalannya MLM adalah unsur penghancur dalam masyarakat dan sangat tidak sehat bagi mereka yang terlibat. Mencari keuntungan dengan memanfaatkan ikatan keluarga dan kesetiakawanan sahabat akan menghancurkan jiwa sosial seseorang.
Kegiatan MLM menekankan pada hubungan yang mungkin tidak akan bisa mengembalikan pertalian yang didasarkan atas cinta, kesetiaan, dan dukungan. Selain dari sifatnya yang menghancurkan, pengalaman menunjukkan bahwa hanya sedikit sekali orang yang menyukai atau menghargai suasana dirayu oleh teman atau saudara untuk membeli produk.

Kebohongan No. 7:
Anda dapat melakukan MLM di waktu luang. Sebagai sebuah bisnis, MLM menawarkan fleksibilitas dan kebebasan mengatur waktu. Beberapa jam seminggu dapat menghasilkan tambahan pendapatan yang besar dan dapat berkembang menjadi sangat besar sehingga kita tidak perlu lagi bekerja yang lain.

Fakta :
Pengalaman puluhan tahun yang melibatkan jutaan manusia telah menunjukkan bahwa mencari uang lewat MLM menuntut pengorbanan waktu yang luar biasa serta ketrampilan dan ketabahan yang tinggi. Selain dari kerja keras dan bakat, MLM juga jelas-jelas menggerogoti lebih banyak wilayah kehidupan pribadi dan lebih banyak waktu. Dalam MLM, semua orang dianggap prospek. Setiap waktu di luar tidur adalah potensi untuk memasarkan. Tidak ada batas untuk tempat, orang, maupun waktu. Akibatnya, tidak ada lagi tempat bebas atau waktu luang begitu seseorang bergabung dengan MLM.

Dibalik selubung mendapatkan uang secara mandiri dan dilakukan di waktu luang, sistem MLM akhirnya mengendalikan dan mendominasi kehidupan seseorang dan menuntut penyesuaian yang ketat pada program-programnya. Inilah yang menjadi penyebab utama mengapa begitu banyak orang tenggelam begitu dalam dan akhirnya menjadi tergantung sepenuhnya kepada MLM. Mereka menjadi terasing dan meninggalkan cara-cara hubungan yang lain.

Kebohongan No. 8:
MLM adalah bisnis baru yang positif dan suportif yang memperkuat jiwa manusia dan kebebasan pribadi.

Fakta :
MLM sebagian besar berjalan karena adanya ketakutan. Cara perekrutan selalu menyebutkan ramalan akan runtuhnya model-model distribusi yang lain, runtuhnya kekokohan ekonomi Amerika, dan sedikitnya kesempatan di bidang lain (profesi atau jasa). Profesi, perdagangan, dan usaha konvensional terus-menerus dikecilkan artinya dan diremehkan karena tidak menjanjikan “penghasilan tak terbatas”.

MLM dinyatakan sebagai tumpuan terbaik terakhir bagi banyak orang. Pendekatan ini, selain menyesatkan kerapkali juga menimbulkan dampak menurunkan semangat bagi orang yang ingin meraih kesuksesan sesuai visinya sendiri tentang sukses dan kebahagiaan. Sebuah bisnis yang sehat tidak akan menunjukkan keunggulannya dengan menyajikan ramalan-ramalan buruk dan peringatan-peringatan menakutkan.

Kebohongan No. 9:
MLM merupakan pilihan terbaik untuk memiliki bisnis sendiri dan mendapatkan kemandirian ekonomi yang nyata.

Fakta :
MLM bukanlah self-employment (usaha mempekerjakan sendiri) yang sejati. “Memiliki” keanggotaan distributor MLM hanyalah ilusi. Beberapa perusahaan MLM melarang anggotanya memiliki keanggotaan MLM lain. Hampir semua kontrak MLM memungkinkan dilakukannya pemutusan keanggotaan dengan gampang dan cepat. Selain dari putus kontrak, downline dapat diambil alih dengan berbagai alasan.

Keikutsertaan dalam MLM menuntut orang untuk meniru model yang ada secara ketat, bukannya kemandirian dan individualitas. Distributor MLM bukanlah pengusaha (enterpreneur), namun hanya pengikut pada sebuah sistem hirarki yang rumit di mana mereka hanya punya sedikit kendali.

Kebohongan No. 10:
MLM bukan program piramid karena ada produk (barang) yang dijual.

Fakta :
Penjualan produk sama sekali bukan penangkal bagi MLM untuk lolos dari undang-undang anti program piramid, juga bukan jawaban atas tuduhan tentang praktek perdagangan yang tidak sehat (unfair) sebagaimana dinyatakan dalam undang-undang negara bagian maupun federal. MLM bisa menjadi bisnis yang legal jika sudah memenuhi prasyarat tertentu yang sudah ditetapkan oleh FTC (Federal Trade Commission) dan Jaksa Agung negara bagian.

Banyak MLM jelas-jelas melanggar ketentuan tersebut dan sementara ini tetap beroperasi karena belum ada yang menuntut. Ketentuan pengadilan baru-baru ini menetapkan angka 70% untuk menentukan legalitas MLM. Maksudnya, minimal 70% produk yang dijual MLM harus dibeli oleh konsumen non-distributor. Ketentuan ini tentu saja akan membuat hampir semua MLM masuk kategori melanggar hukum. Para pelaksana MLM terbesar mengakui bahwa mereka hanya menjual 18% produknya ke non-distributor.


10 Kebohongan Besar Multi Level Marketing
Bisnis MLM tumbuh dan perusahan-perusahaan MLM pun bermunculan.Kegiatan penarikan anggota ada di mana-mana. Akibatnya, terkesan seolah-olah bisnis ini merupakan gelombang bisnis masa depan, model bisnis yang sedang mendapatkan momentum, semakin banyak diterima dan diakui secara legal, dan sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para penggagasnya, MLM akan menggantikan sebagian besar model pemasaran dan penjualan jenis lain. Banyak orang menjadi percaya dengan pengakuan bahwa keberhasilan dapat diperoleh siapa saja yang secara setia mengikuti sistem ini dan menerapkan metode-metodenya, dan bahwa pada akhirnya semua orang akan menjadi distributor MLM.
Dengan pengalaman selama 14 tahun di bidang konsultan korporat untuk bidang distribusi dan setelah lebih dari 6 tahun melakukan riset dan menulis mengenai MLM, saya berhasil mengumpulkan informasi, fakta, dan masukan-masukan yang menunjukkan bahwa bisnis MLM pada dasarnya adalah kebohongan pasar bebas. Hal ini bisa dianalogikan dengan menyebut pembelian tiket lotere sebagai “usaha bisnis” dan memenangkan hadiahnya sebagai ” pendapatan seumur hidup bagi siapa saja”. Validitas pernyataan industri MLM tentang potensi pendapatan si distributor, penjelasannya yang mengagumkan tentang model bisnis jaringan, dan pengakuannya tentang penguasaan dalam distribusi produk adalah persis seperti validitas penampakan makhluk UFO.

Legalitas sistem MLM hanya didasarkan pada sebuah keputusan pada tahun 1979 untuk satu perusahaan. Petunjuk pelaksanaan secara legal yang dikemukakan dalam keputusan tersebut secara terus-menerus diabaikan oleh pelaku industri MLM. Kurangnya aturan maupun pemantauan oleh pihak yang berwenang juga menjadi sebab kenapa industri ini tetap bertahan walaupun ada beberapa tuntutan oleh Jaksa Agung negara bagian maupun Komisi Perdagangan Federal.
Prestasi ekonomi MLM selalu ditandai dengan angka kegagalan yang tinggi dan kerugian finansial bagi jutaan orang. Struktur MLM, di mana posisi pada rantai penjualan yang tak berujung dicapai dengan cara menjual atau membeli barang, secara matematis tidak bisa dipertahankan. Juga, system MLM yang memungkinkan direkrutnya distributor dalam jumlah tak terbatas dalam suatu kawasan pemasaran jelas-jelas tidak stabil. Bisnis inti MLM, yakni penjualan langsung, berlawanan dengan trend dalam teknologi komunikasi yakni distribusi yang cost-effective (berbiaya rendah), dan ketertarikan membeli pada pihak konsumen. Kegiatan penjualan secara eceran dalam MLM pada kenyataannya merupakan topeng dari bisnis utamanya, yaitu menggaet pemilik uang (investor) ke dalam organisasi pyramid yang menjanjikan pertumbuhan pendapatan yang berlipat-ganda.

Sebagaimana pada semua program piramid, pendapatan para distributor di posisi puncak dan keuntungan para perusahaan pemberi sponsor berasal dari masuknya para investor (penanam uang) baru secara terus-menerus di tingkat bawah. Jika dilihat secara kasar dari segi keuntungan perusahaan dan kekayaan kelompok elite di posisi puncak, model MLM akan tampak seolah-olah tidak akan ada matinya bagi, persis seperti program pyramid sebelum akhirnya tumbang atau dituntut oleh pihak berwenang. Konstituen atau penopang utama industri MLM bukanlah publik konsumen namun para penanam uang yang menaruh harapan. Pasar bagi para penanam uang ini tumbuh subur di saat-saat terjadinya perubahan ekonomi, globalisasi, dan PHK karyawan. Janji-janji tentang perolehan finansial dengan mudah serta kaitan antara kekayaan dengan kebahagiaan tertinggi juga berperan besar dalam kondisi pasar ini. Karenanya, arah pemasaran MLM ditujukan terutama kepada calon (prospek) distributor, bukannya berupa promosi produk ke para pembeli. Produk MLM yang sesungguhnya bukanlah jasa SLJJ, vitamin, atau krim kulit, namun program investasi bagi para distributor yang secara menyesatkan digambarkan dengan pendapatan tinggi, penggunaan waktu sedikit, modal kecil, dan sukses dalam waktu singkat.


Ditulis oleh:
Robert L. Fitzpatrick is co-author with Joyce K. Reynolds of the newbook, False Profits: Seeking Financial and Spiritual Deliverance in Multi-Level Marketing and Pyramid Schemes, published by Herald Press in Charlotte, NC ISBN: 0-9648795-1-4)


g00gling : http://www.google.co.id/search?q=%22kebohongan+MLM%22

10 Kebohongan Bisnis Multi Level Marketing

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2014/07/tips-dan-trik-dalam-berbisnis.html[/postlink]


Banyak sekali bisnis baru yang tidak bisa bertahan lama. Berdasarkan penelitian, sekitar 40 pelaku usaha baru tak mampu bertahan hingga tahun pertama. Dari sisanya yang bertahan, sekitar 80 persen di antaranya berguguran pada lima tahun pertama.

Agar tak rontok saat merintis bisnis, simak penyebab gagalnya membangun usaha.
Pertama, tidak adanya tujuan yang jelas atau sekadar ikut-ikutan dalam berbisnis. Dalam kondisi itu, biasanya ketika menghadapi masalah maka para pelaku usaha tidak berani menghadapinya, bahkan terpaksa gulung tikar.
Namun, ketika pemilik bisnis punya tujuan yang jelas dan menjalankan bisnis sesuai passion, maka semuanya akan lebih mudah berkembang. Tujuan tersebut sebetulnya bisa didapatkan dari nilai-nilai positif yang ingin diwujudkan serta visi yang ingin dicapai.
Kedua, produk yang dihasilkan tidak relevan dengan kebutuhan pasar. Sebelum saat memulai usaha, pebisnis harus dapat memahami pasar yang disasarnya, masalah apa yang dihadapi, lalu menciptakan produk atau jasa yang ditawarkan sebagai solusinya.
Solusi itu yang menjadi sumber pendapatan, karena orang bersedia membayar untuk sesuatu yang bisa menjawab kebutuhan mereka. Tidak hanya produk, tetapi juga bisa berupa jasa karena saat ini jasa pendukung juga menjadi bisnis yang sangat kuat.
Ketiga, tidak didukung oleh proses yang berulang dan konsisten. Misalnya, membuat produk makanan di awal usaha rasanya sangat enak, semakin lama dan banyak yang membeli, pelaku usaha kemudian mengurangi beberapa bahan yang membuat rasanya berbeda. Agar produk atau jasa yang kita hasilkan dapat konsisten, dibutuhkan sumber daya atau sebuah tim yang berdaya, di sini diperlukan sifat kepemimpinan untuk memberdayakan semua tim secara bersama-sama. (as)

Tips dan Trik dalam Berbisnis

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2014/07/hal-hal-yang-perlu-dipersiapkan-sebelum.html[/postlink][Image: Tips-Wawancara-Kerja.jpeg]

Interview pekerjaan atau wawancara kerja adalah salah satu bagian terpenting dari sebuah poses perekrutan kerja. Pada tahapan ini, kepribadian Anda akan dinilai. Untuk itu ada baiknya jika Anda melakukan beberapa persiapan sebelum menghadiri sebuah tes wawancara.

Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja ( job interview )
Berikut adalah hal-hal yang perlu dipersiapkan menjelang tes wawancara

Mengingat tes wawancara adalah sebuah proses pengenalan pribadi serta kemampuan Anda, maka ada baiknya Anda mempersiapkan penampilan Anda. Jangan sampai penampilan Anda tidak mencerminkan hal yang negatif untuk perusahaan yang akan Anda masuki.

Kenali perusahaan yang akan Anda masuki dan pahami betul deskripsi pekerjaan dari posisi yang ditawarkan. Pengetahuan seputar kedua hal tersebut akan menjadi nilai tambah dan menunjukkan keseriusan Anda dalam mengajukan lamaran kerja.

Melatih diri. Hal ini cukup penting untuk dilakukan karena berlatih pun akan meningkatkan kepercayaan diri Anda. Dan dengan berlatih, Anda dapat memprediksi pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul dalam tes wawancara kerja nantinya. Berangkat dari prediksi tersebut, Anda pun dapat mempersiapkan jawaban-jawaban dengan lebih baik sebelum Anda melakukan tes wawancara kerja.

hal-hal yang perlu dipersiapkan menjelang tes wawancara ( job interview )

Kesiapan yang matang tentunya akan menunjukkan kompetensi Anda di mata perusahaan yang akan Anda masuki. Jadi, jangan lupa untuk selalu mempersiapkan diri dan pastikan Anda menampilkan diri Anda yang terbaik dalam tes wawancara. Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja ( job interview )

sc : ecc.ugm.ac.id

Hal hal yang perlu dipersiapkan sebelum wawancara kerja ( job interview )

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2014/07/kerajinan-bros-dari-sisik-ikan-yang.html[/postlink]EOC News--Bau amis pada limbah sisik ikan tentu membuat orang enggan untuk mendekati apalagi mengambil untuk dimanfaatkan. Namun itu tidak berlaku bagi Novie Indah Husniah, dengan inovasi dan kreativitasnya sisik ikan kakap yang menjadi limbah di pinggiran laut dan kawasan perlelangan ikan di Sidoarjo, Jawa Timur dapat disulap menjadi Kerajinan Bros yang bernilai tinggi. Berkat bros sisik ikan ini pula mengantarkan Novie menjadi salah satu Finalis Micro-Entrepreneurship Award (CMA) 2010.

[Image: image.php?dm=T0FZ]

Pada awalnya ide membuat kerajinan bros sisik ikan ini diawali pada saat Novie menginjak hamparan limbah sisik ikan yang mengotori pinggir pantai. Sisik ikan berukuran 3 cm ini berwarna putih, berlendir dan berbau amnis. Sekilas mirip kelopak bunga, dalam pandangan Novie. Dari situlah ia membawa pulang satu karung sisik ikan dan diubahnya menjadi benda cantik bernilai ekonomi yang dikenakan perempuan sebagai penghias pakaian.

Proses membuat kerajinan bros sisik ikan tidaklah mudah dan sekali jadi, seringkali ia mengalami kegagalan namun tak pernah berhenti untuk mencoba.

Meski sempat merasa tak percaya diri, Novie tak menyerah dan terus mencari solusi. Berkonsultasi dan memperkaya diri dengan berbagai ilmu kerajinan melalui buku maupun internet adalah cara yang dipilihnya. Sarjana Pendidikan dari Fakultas Teknik Jurusan Pendidikan Tata Busana Universitas Negeri Surabaya ini juga berdiskusi dengan dosen mengenai niatnya membangun usaha bros dari sisik ikan kakap.

Dalam satu tahun, bisnis kerajinan bros sisik ikan milik Novie mengalami kemajuan baik dari produksi maupun manajemen bisnis dan pengrajin. Usaha Novie yang menggunakan merek Vay Craft berhasil memproduksi sekitar 40 bros setiap bulan dengan modal awal Rp 1,3 juta. Novie mempekerjakan lima karyawan tetap yang menyelesaikan produksi di rumah masing-masing.

Kekhawatiran Novie saat awal hendak memulai usaha, terkait pasar, juga terbantahkan. Vay Craft mendapatkan langganan yang kebanyakan adalah perias pengantin. Produk bros sisik ikan Novie juga berkembang menjadi hiasan rambut untuk sanggul pengantin. Pelanggan lain yang berhasil digaet Novie adalah toko suvenir dan kerajinan di Sidoarjo dan Surabaya.

Kerajinan Bros Dari sisik ikan yang bernilai jual

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2014/07/ciri-ciri-lelaki-yang-berbakat-menjadi.html[/postlink][Image: man_throwing_money.jpg]



Tidak sulit mencari lelaki kaya. Tapi tidak mudah menemukan lelaki yang pantas Anda cintai sekaligus membuat Anda tidak akan jadi â€Å“kaum duafa”. Sebelum memutukan menikah dengannya, lihat dulu apakah dia punya 10 dari 15 ciri ini.


1. BEBERAPA REKENING
Lihat apakah kekasih Anda punya rekning bank lebih dari satu. Ini bisa jadi indikasi dia berbakat kaya. Karena, biasanya orang yang punya rekening tabungan dua atau lebih cenderung berusaha mengatur uangnya dengan benar. Lelaki tipe ini memisahkan pos-pos pnghasilannya. Misal, satu rekening digunakan hanya untuk menerima transfer gaji dan belanja, rekening lainnya untuk tabungan.

2. SUKA MENOLONG
Tidak tepat jika orang yang suka menimbun harta, pelit, serta enggan berbagi dan memberi adalah orang yang berbakat kaya. Justru lelaki yang mudah tergerak hatinya dan gampang menolong oranglah yang pantas Anda lirik. Dia adalah tipe orang yang akan relatif mudah hidupnya. Entah bagaimana caranya, Anda berdua akan sangat jarang kesulitan uang. Dan yang terpenting, kenikmatan memberi itu memang tak ada penggantinya.


3. PUNYA CITA-CITA
Jangan harap Si Dia berbakat kaya jika hidupnya dialirkan bagai sungai, entah hendak bermuara di mana. Lelaki yang berbakat kaya selalu punya rencana besar dalam hidupnya. Ada sesuatu di masa depan yang hendak diraihnya. Untuk itu, dia akan punya rencana jangka pendek dan menengah untuk mencapai cita-citanya. Dalam bercita-cita, dia tidak takkut ada mmpi yang tampaknya mustahil.


4. TAK BERHOBI SPESIFIK
Lelaki yang punya hobi spesifik cenderung menghabiskan uangnya untuk hobinya. Ini juga berlaku untuk lelaki yang hobi berbelanja. Tentu saja ada orang yang punya hobi spesifik punya urat kaya. Namun, toh tidak semua orang punya nasib bisa kaya begitu saja. Lelaki yang tidak punya hobi spesifik biasanya akan mengeluarkan uangnya untuk berbelanja berdasarkan mood. Dia cenderung merasa tidak punya kebutuhan spesifik, sehingga enggan membeli seusatu.


5. BUTA HARGA
Dia tidak tahu persis apa bedanya barang mahal atau murah. Buatnya, kemeja ya kemeja. Bentuknya seperti itu, ada ukurannya yang pas dan pantas dipakai ke kantor. Lelaki seperti ini tidak akan bermasalah dengan kemeja murahnya.


6. HIDUNG BISNIS
Apakah Anda pernah mendengar dia mengatakan (kurang lebih), â€Å“Ini bisa jadi peluang bisnis. Bisa dicoba.” Artinya, dia dapat melihat sesuatu, sekecil apa pun, sebagai sebuah peluang bisnis. Tiak banyak orang yang punya kemampuan seperti ini. Jadi, kalau dia kerap melontarkan komentar yang berhubungan dengan peluang bisnis, bisa jadi ia memang berbakat kaya.
7. PEKERJA KERAS
Punya hidung bisnis saja tidak cukup tanpa kerja keras. Ini yang membedakan seorang pemimpi kelas berat dengan pengejar mimpi. Seorang pengejar mimpi akan berusaha sekuatnya untuk mewujudkan cita-citanya. Tentunya itu dengan kerja keras.


8. KEAHLIAN KHUSUS
Perhatikan deh, apakah Si Dia punya satu atau dua keahlian khsuus. Misalnya, dia menguasai komputer dengan baik, pandai melobi, atau apa pun. Kemampuan khusus ini bisa jadi modal dia dalam menjalani hidupnya. Lelaki tipe ini cenderung survive dalam hidupnya.


9. BANYAK TEMAN
Temannya ada di mana-mana. Tidak hanya mantan teman-teman SMA, kuliah atau kantornya. Tapi juga dari komunitas lain, yang mungkin Anda tidak pernah duga sebelumnya. Orang yang banyak teman bisa diartikan punya networking yang cukup luas. Sehingga, ditaruh di mana pun dia akan bisa hidup (dengan baik).


10. MEMELIHARA PERTEMANAN
Kadang Anda jengkel karena dia rajin menelepon atau SMS yang tidak penting ke teman-temannya. Just say hello saja bisa berkepanjangan. Mestinya, Anda tidak perlu kesal, karena ini adalah caranya untuk memelihara pertemanan. Orang boleh punya banyak teman, tapi jika dia tidak bisa memeliharanya, maka sia-sia saja.
11. MUDAH BERTEMAN
Hanya orang yang menyenangkan yang mudah berteman. Pergi ke tempat baru mana pun, dia bisa dengan mudah punya teman ngobrol. Ini menandakan dia orang yang terbuka, punya sense of humor dan berwawasan cukup luas. Orang-orang seperti ini biasanya tidak sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, termasuk jenis pekerjaan baru. Sehingga, dia tidak perlu khawatir tidak punya pekerjaan yang baik.


12. PERCAYA DIRI
Dia tahu persis apa kelebihan dan kekurangannya, dan percaya orang lain pun begitu. Sehingga, dia tidak gentar ketika berinteraksi dengan orang lain, atau diharuskan melakukan sesuatu yang baru. Termasuk dia percaya bahwa dia bisa hidup layak hari ini atau esok lusa, bersama Anda.


13. FOKUS
Dalam melakukan apa pun, dia fokus. Perhatiannya tidak mudah terceraikan oleh hal lain. Orang yang fokus biasanya punya tanggung jawab yang baik. Ini berhubungan dengan bagaimana dia berusaha mencapai cita-citanya, menyelesaikan pekerjaannya, dan serius membangun hidup bersama Anda.


14. OPTIMIS
Hampir tidak pernah Anda mendengar, â€Å“Ah, susah”, Enggak bisa”, â€Å“Mustahil aku bisa melakukannya”, â€Å“Malas ah”, dan yang sejenisnya. Lelaki pesimis akan sulit survive dalam hidupnya. Keoptimisan bisa membuat seseorang mampu melakukan sesuatu yang secara hitungan di atas kertas sulit.


15. SEHAT
Lelaki penyakitan akan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan tidak melakukan apa-apa.. Belum lagi ongkos dokter dan rumah sakit yang makin tidak masuk akal mahalnya. Uang Anda berdua bakal habis di sini. Selain itu, orang yang sehat akan bisa berpikir dengan lebih sehat.
Jangan pernah terjebak pada penampilan luar dan mulutnya yang bilang, â€Å“Hidupmu terjamin sampai kapan pun, Sayang.” Karena, yang terpenting Anda merasa nyaman hidup dengannya, dia bisa membuat hidup Anda berarti, dan Anda bisa tertawa bersamanya.

(eoc)

Ciri Ciri Lelaki Yang Berbakat Menjadi Kaya

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2014/07/10-faktor-yang-harus-diperhatikan-dalam.html[/postlink]
[Image: bisnisrrr_zpsf6989047.png]

Saat ini kita bisa mendapatakan banyak sekali peluang usaha, jenis usahanya pun sangat beragam. Mulai dari bisnis offline hingga bisnis online atau gabungan keduanya. Tapi sayangnya peluang usaha yang begitu banyak ternyata tidak otomatis membuat kita bisa merealisasikan sebuah usaha yang kita inginkan dengan mudah. Sebelum mewujudkan sebuah usaha kita harus melakukan tahapan dalam memilih usaha yang akan dijalankan.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang harus kita pertimbangkan sebelum akhirnya memilih menjalankan sebuah usaha:

1. Faktor Modal
Kita harus benar-benar mempersiapkan modal untuk menjalankan sebuah usaha, baik itu modal dari diri sendiri ataupun modal dari pinjaman. Pastikan modal yang kita miliki dapat memenuhi kebutuhan biaya dalam menjalankan usaha kita.

2. Faktor Tenaga Kerja
Kita harus memiliki karyawan yang memiliki kemampuan sesuai dengan yang kita butuhkan. Menempatkan orang yang tepat pada sebuah pekerjaan di dalam usaha kita akan membuat usaha tersebut dapat berjalan dengan baik. Selain itu pertimbangkan juga keahlian yang kita butuhkan dan biaya gaji yang akan kita tawarkan pada tenaga kerja tersebut.

3. Faktor Bahan Baku
Bahan baku yang dimaksud disini adalah segala bahan yang kita butuhkan untuk menjalankan sebuah usaha, baik itu bahan baku utama maupun bahan baku tambahan. Sebaiknya kita selalu memperhatikan ketersediaan, kualitas, kontinuitas, dan biaya yang anda keluarkan untuk bahan baku tersebut.

4. Faktor Teknis
Pemilik usaha seharusnya mengetahui hal-hal teknis dalam menjalankan sebuah usaha. Jika kita tidak mengetahui atau kurang paham dalam hal-hal teknis dalam usaha kita, sebaiknya segera mencari orang yang memang memiliki keahlian untuk hal teknis tersebut.

5. Faktor Pemasaran Bisnis
Salah satu kunci utama keberhasilan sebuah usaha atau bisnis adalah proses pemasarannya. Pertimbangkan segala kemungkinan yang bisa dilakukan dalam memasarkan sebuah bisnis, kita bisa melakukannya secara offline ataupun online.

6. Faktor Keuntungan Sebuah Usaha
Tujuan dari sebuah usaha adalah untuk mendapatkan profit atau keuntungan walaupun mungkin tidak selalu menjadi tujuan utama. Jika kita menyadari bahwa bisnis yang akan dijalankan tidak memberikan keuntungan yang sepadan maka sebaiknya kita mempertimbangkan model usaha yang lain saja.

7. Faktor Resiko Sebuah Usaha
Dalam setiap usaha pasti memilik resiko tersendiri, dan resiko ini tentunya akan berhubungan langsung dengan kelangsungan bisnis kita. Biasanya sebuah bisnis yang memiliki resiko tinggi akan menawarkan keuntungan yang tinggi pula dan demikian juga sebaliknya.

Salah satu contoh resiko dalam berbisnis adalah ketika kita ingin menjual sebuah produk baru yang cukup menjanjikan dan kita belum memiliki pesaing dalam menjual produk tersebut, tapi kita mengambil resiko karena produk tersebut masih belum dikenal oleh masyarakat. Karena itu sebaiknya kita harus mempertimbangkan resiko dan juga memperhatikan kemampuan kita dalam menghadapi masalah yang ada ketika resiko itu benar-benar terjadi.

8. Faktor Persaingan Bisnis
Sangat mudah untuk mendapatkan pasar bila kita menjual produk yang disukai masyarakat dan kita belum memiliki pesaing. Tentunya hal ini sangat berbeda ketika kita ingin terjun pada sebuah usaha dimana kita memiliki banyak pesaing. Anda harus menawarkan keunggulan atau kelebihan kepada konsumen jika ingin memenangkan persaingan pasar.

9. Faktor Manajemen Bisnis
Manajemen yang dimaksud di sini adalah sesuatu yang berkaitan dengan cara mengelola sebuah usaha. Ketahui kemampuan kita tentang manajemen bisnis sehingga kita dapat memilih sebuah usaha yang cocok.

10. Faktor Fasilitas dan Lingkungan
Faktor ini meliputi hambatan yang mungkin kita dapatkan dari masyarakat ataupun dari pemerintah. Hal ini berkaitan dengan peraturan pemerintah, perijinan usaha, kelestarian lingkungan, pajak, budaya sosial masyarakat setempat, dan lain-lain.


(eoc)

10 Faktor Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Usaha