0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2011/10/dasar-genetika-genetika-hamster-sirian.html[/postlink]

Gen Warna
KodeNama Mutasi Keterangan NegaraTahun 
aMelanistic Black HitamPerancis 1985/86 
bRust (Guninea Gold) N/A 1961 
cdAcromelanic gene - "Dark Eared White"Putih dengan telinga gelapAmerika 1952 
dgDark Grey Abu-abu gelapAmerika 1964 
eCream Krem/putih susuInggris 1951 
LgLight Grey (Lethal Grey)Abu-abu muda (lethal) N/A 1965 
pCinnamon Agak oranyeAmerika 1958 
ruRuby Red Fawn Merah rubi - sangat jarang, diketahui hanya ada di AmerikaInggris 1948 
Sg Silver Grey Abu-abu keperakan (platinum)N/A 1985/86 
To Yellow Kuning, berhubungan dengan jenis kelaminN/A 1962 
Mottled White Bercak putih (lethal) - diyakini sudah punah Amerika 1949 

Gen Jenis Bulu

Kode Nama Mutasi Keterangan Negara Tahun 
fdHairless Tanpa bulu N/A awal 1972 
Long Haired Bulu panjang Amerika 1972 
rx Rex (Curly Hairs & Whiskers) Bulu keriting N/A 1970
Sa Satin (Shiny Coat) Bulu mengkilat N/A1968 

Gen Pola
Kode Nama Mutasi Keterangan NegaraTahun 
Ba Banded (White Banded) Lingkaran putih seputar leher Amerika 1957 
Ds Dominant Spot (White Spotting) Belang putih besar Amerika 1964 
sSpotting (piebal) Bercak-bercak kecil - diyakini sudah punahAmerika 1948 
U Umbrous (sooty, ie black tips to fur)Ujung bulu berwarna lain N/A 1975 
Wh 
Roan (white bellied/mixture of white hairs with color)
Anopthalmic (Eyeless)
Putih, dapat menghasilkan keturunan yang tidak bermata Amerika 1958 

Merah: dominan Hijau: semi-dominan Biru: resesif 


Beberapa warna yang diketahui berikut genetika asal warnanya:
Warna Genetik asal Genotip 
Dove Black, Cinnamon aa pp 
Beige bb dgdg 
Black Eyed Blonde bb Lglg 
Red Eyed Blonde Lglg pp 
Champagne UU/Uu pp 
Sable Chocolate bb ee UU/Uu 
True Chocolate aa bb 
Copper ee bb pp UU/Uu 
Cinnamon Fawn pp ruru 
Flash Eared White Dark Eared White, Cinnamon cdcd pp 
Ivory Mata HitamDark Grey, Cream dgdg ee 
Cream, Light Grey ee Lglg 
Ivory Mata Merah ee Lglg pp 
Lilac Dark Grey, Cinnamon dgdg pp 
Lilac pearl (Pink pearl) 
dgdg pp To_ (jantan)
dgdg pp ToTo (betina)
Mink Cream, Cinnamon, Umbrous 
ee pp UU/Uu
Blue Mink ee pp dgdg UU/Uu 
Red Eyed Cream Cream, Cinnamon ee pp 
Ruby Eyed Cream ee ruru 
Red Eyed Ivory Dark Grey, Cream, Cinnamon dgdg ee pp 
Cream, Light Grey, Cinnamon ee Lglg pp
RoanCream, White Bellied (Eyeless White) ee Whwh
SableCream, Umbrousee UU/Uu
Sable Roan ee Whwh UU/Uu
Smoke Pearl 
dgdg To_ (jantan)
dgdg ToTo (Betina)
Honey 
pp To_ (jantan)
ppToTo (betina)
Black Eyed Honey 
bbTo_ (jantan)
bbToTo (betina)
Black Eyed White ee Baba Dsds 
Flesh Eared White cdcd pp 
Catatan:
Seluruh nama pewarnaan di atas disadur dari berbagai Klub Hamster di luar negeri. Klub Hamster Indonesia belum melakukan pengujian terhadap genetika warna-warna tersebut. Saat ini, Klub Hamster Indonesia tengah berupaya untuk mengumpulkan dan mengembangkan semua variasi warna yang mungkin yang bisa terjadi pada hamster siria (Mesocricetus auratus) untuk distandarkan dan diberi nama dalam bahasa indonesia.

Untuk mempermudah, dalam menentukan genetika hamster melalui pengamatan (tanpa pengujian laboratorium) dapat dilihat dari:
  • Warna ujung bulu
  • Warna bulu di dekat kulit apabila berbeda dengan ujung bulu
  • Warna bulu pada perut (spot putih/putih/ivory)
  • Warna telinga (coklat/flesh/abu-abu)
  • Warna mata (merah/rubi/hitam)
  • Apakah di pipinya ada semburat warna gelap?
  • Jenis bulu (panjang/pendek, keriting/lurus, mengkilap/biasa)
Lebih baik lagi jika ciri-ciri warna dan bulu orang tua hamster diketahui. Walau demikian, bisa saja terdapat lebih dari satu kemungkinan variasi kode genetik. Mengingat penentuan ini hanya berdasarkan pengamatan, bukan uji laboratorium.


Copyright © 2011 Klub Hamster Indonesia. All Rights Reserved.

Dasar Genetika - Genetika Hamster Sirian

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2011/10/dasar-genetika-genetika-hamster_7.html[/postlink]



Kode Nama Mutasi Keterangan Negara Tahun 
?White FaceMuka lebih putih, bulu lebih terang??

Merah: dominan Hijau: semi-dominan Biru: resesif 


Sumber artikel




Copyright © 2011 Klub Hamster Indonesia. All Rights Reserved.

Dasar Genetika - Genetika Hamster Roborovskii

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2011/10/dasar-genetika-genetika-hamster-winter.html[/postlink]

Kode Nama Mutasi Keterangan Negara Tahun 
d SapphireKeabuanInggris 1980an 
Pe PearlPutih, kadang kala ada garis hitam/keabuan di punggungInggris1988
Wh Imperial/White BelliedPutih (lethal)Amerika1993 


Merah: dominan Hijau: semi-dominan Biru: resesif 


Copyright © 2011 Klub Hamster Indonesia. All Rights Reserved.

Dasar Genetika - Genetika Hamster Winter White

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2011/10/dasar-genetika-genetika-hamster.html[/postlink]
Gen Warna

Kode Nama Mutasi Keterangan Negara Tahun 
Black Hitam Eropa 1997 
b Black Eyed Argente/
Sandy/
Cinnamon 
Kekuningan mata hitamAmerika 1993 
c Albino Tidak berpigmen, warna putih Hunggaria1988 
d Opal Kombinasi 3 warna: hitam, coklat, putih, seperti batu opal Kanada1993 
Argente Kekuningan Rusia1993 




Gen Jenis Bulu
Kode Nama Mutasi Keterangan Negara Tahun 
rx Rex Keriting Inggris 1999 
wa Wavy Bergelombang Inggris 1991 
sa Satin Mengkilap Inggris 1981 

Gen Pola
Kode Nama Mutasi Keterangan Negara Tahun 
Mi Ruby Eyed Mottled Bercak-bercak, mata merah rubi (lethal) Inggris 1991 
Mo Mottled Bercak-bercak Inggris1991
Si Platinum Berwarna seperti platina (lethal)Inggris1991 

Merah: dominan Hijau: semi-dominan Biru: resesif 


Copyright © 2011 Klub Hamster Indonesia. All Rights Reserved.

Dasar Genetika - Genetika Hamster Champbell

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2011/10/dasar-genetika.html[/postlink]
Setiap makhluk hidup di dunia ini memiliki penampakan fisik (fenotip) yang dikendalikan oleh rangkaian perintah kimia. Di dalam setiap sel makhluk hidup, terdapat sebuah inti yang memuat serangkaian kimia asam Deuxiribonucleid Acid/Asam Nuklead Deuksiribo (DNA). Setiap sel pada satu makhluk hidup, memiliki salinan DNA yang sama. Jadi, pada hamster A, sel mata memiliki salinan DNA yang sama persis dengan DNA sel kaki, sel telinga, sel rambut dan lain sebagainya. Namun demikian DNA inilah yang juga memberi perintah kepada sel-sel tersebut untuk berkembang menjadi sel-sel yang spesifik, baik menjadi sel mata, sel kaki, sel bulu, atau sel lainnya.

Umumnya, DNA selalu dinyatakan dalam bentuk berpasangan. Misalnya untuk gen bulu panjang, dinyatakan dalam ll, bukan l. Separuh dari gen binatang diturunkan dari ayah dan separu dari ibu. Dikenal pula gen-gen yang dominan terhadap gen lainnya. Gen yang dominan biasanya ditulis menggunakan huruf besar, sedangkan gen yang resesif ditulis menggunakan huruf kecil. Masih menggunakan contoh untuk gen bulu panjang, L berarti bulu pendek, l berarti bulu panjang. Dalam hal ini, L adalah dominan, sedangkan l adalah resesif. Jika gen L muncul, maka sifat l akan tersembunyi. Untuk lebih jelasnya, perhatikan tabel berikut.
LL x ll 
Jantan (LL)
L
Betina (ll)lLl Ll 
lLlLl

Pada tabel di atas, jantan memiliki fenotip bulu pendek dengan genotip LL sedangkan betina memiliki fenotip bulu panjang dengan genotip ll. Alel jantan akan berpisah menjadi L dan L, sedangkan pada betina akan berpisah menjadi l dan l. Seperti tampak pada tabel, setiap anak ternyata akan memiliki genotip Ll. Karena L (bulu pendek) adalah dominan terhadap l (bulu panjang), maka dengan demikian setiap anak akan memiliki fenotip bulu pendek dan membawa sifat bulu panjang. Disebut membawa sifat bulu panjang, karena secara genetik memiliki gen l, yang jika dipasangkan pada gen l lainnya akan muncul sifat bulu panjang.
Sekarang kita perhatikan jika anakan Ll tersebut dikawinkan dengan anakan Ll (Ll x Ll).
Ll x Ll 
Jantan (Ll)
l
Betina (Ll)LLL Ll 
lLlll

Ternyata jika Ll dikawinkan dengan Ll akan menghasilkan 3 macam genotip dengan perbangingan LL : Ll : ll adalah 1 : 2 : 1. Secara fenotip, keturunan yang didapatkan adalah bulu pendek dan bulu panjang dengan perbandingan 3 : 1. Inilah sebabnya Lldisebut pembawa sifat, karena dapat menghasilkan keturunan bulu pendek (ll).

Setiap makhluk hidup tidak hanya dikendalikan oleh satu pasang gen, melainkan oleh beberapa pasang gen. Berikut adalah contoh jika hamster dengan warna umbrous bulu panjang dengan pembawa sifat bulu panjang (UuLl) dikawinkan dengan warna umbrous bulu pendek dengan pembawa sifat bulu panjang (uuLl).
Uull x uuLl 
Jantan (UuLl)
Umbrous, Pendek Carrier Panjang
UL UluL ul 
Betina (UuLl)
Umbrous
Pendek, Carrier Panjang
UL
UULL
Umbrous
Pendek
UULl
Umbrous
Pendek
UuLl
Umbrous
Pendek
UuLl
Umbrous
Pendek
Ul
UULl
Umbrous
Pendek
UUll
Umbrous
panjang
UuLl
Umbrous
Pendek
Uull
Umbrous
Panjang
uL 
UuLL
Umbrous
Pendek
UuLl
Umbrous
Pendek
uuLL
Non-umbrous
Pendek
uuLl
Non-Umbrous
Pendek
ul 
UuLl
Umbrous
Pendek
Uull
Umbrous
Panjang
uuLl
Non-umbrous
Pendek
uull
Non-umbrous
Panjang

Berdasarkan tabel di atas, ternyata perkawinan UuLi x UuLi akan menghasilkan beragam variasi genotip. Dari jantan dan betina umbrous berbulu pendek umbrous ini didapatkan empat macam variasi fenotip:
  • Umbrous berbulu pendek
  • Umbrous berbulu panjang
  • Non-umbrous berbulu pendek dan
  • Non-umbrous berbulu panjang
masing-masing dengan perbandingan 9 : 3 : 3 : 1. Jenis dengan perbandingan terkecil, biasanya akan menjadi hamster yang relatif mahal karena untuk mendapatkannya cukup sulit. Hamster akan menjadi semakin mahal (baca: langka) apabila pada hamster itu muncul banyak genotip resesif.

Perlu diperhatikan bahwa beberapa gen jika muncul bersamaan dalam satu pasang dapat membawa sifat letal, yaitu hamster menjadi cacat atau bahkan mati. Contoh pada hamster siria adalah gen Lg (abu-abu muda) dan Wh (putih). Lg dan Whkeduanya bersifat dominan. LgLg memiliki fenotip yang sama dengan Lglg. Walau demikian, LgLg dapat menyebabkan anak hamster mati. Oleh sebab itu, catatan mengenai silsilah hamster adalah penting untuk menghidari didapatkannya pasangan genetik letal.

Gen Terkait Kelamin
Jenis kelamin pada mamalia dipengaruhi oleh kromosom jantan. Pasangan gen pada betina adalah XX, sedangkan pada jantan adalah XY. Dengan demikian, XX akan membelah menjadi X dan X sedangkan XY akan membelah menjadi X dan Y.
XY x XX 
Jantan (XY)
Y
Betina (XX)XXX XY 
XXXXY

Jelas terlihat bahwa penentu kelamin adalah sperma (Y). Dalam perkawinan jantan x betina akan menghasilkan keturunan dengan jantan : betina = 1 : 1.
Beberapa gen warna diketahui terkait pada jenis kelamin hamster. Sebagai contoh, pada hamster siria gen To (warna kuning) terkait pada jenis kelamin betina, lebih tepatnya terkait pada gen X. Dengan demikan, pada betina terdapat 3 macam kombinasi gen To, yaitu ToTo (kuning), Toto (tortoiseshell), dan toto (bukan-kuning). Pada jantan, hanya terdapat satu gen X, maka hanya terdapat dua kombinasi yaitu To_ (kuning) atau to_ (bukan-kuning). Tortoiseshell adalah warna mozaik antara kuning dan bukan-kuning, hanya terdapat pada betina, karena pada satu locus gen harus terdapat gen To dan to.
XY x XX
Jantan (To_)
Kuning
Jantan (to_)
Bukan-kuning
XTo Y_Xto Y_ 
Betina (ToTo)
Kuning
XTo
ToTo
Betina, Kuning
To_
Jantan, Kuning
Toto
Betina, Tortoiseshell
To_
Jantan, Kuning
XTo
ToTo
Betina, Kuning
To_
Jantan, Kuning
Toto
Betina, Tortoiseshell
To_
Jantan, Kuning
Betina (Toto)
Tortoiseshell
XTo
ToTo
Betina, Kuning
To_
Jantan, Kuning
Toto
Betina, Tortoiseshell
To_
Jantan, Kuning
Xto 
Toto
Betina, Tortoiseshell
to_
Jantan, Bukan-kuning
toto
Betina, Bukan-Kuning
to_
Jantan, Bukan-kuning
Betina (toto)
Bukan-kuning
Xto 
Toto
Betina, Tortoiseshell
to_
Jantan, Bukan-kuning
toto
Betina, Bukan-Kuning
to_
Jantan, Bukan-kuning
Xto 
Toto
Betina, Tortoiseshell
to_
Jantan, Bukan-kuning
toto
Betina, Bukan-Kuning
to_
Jantan, Bukan-kuning

Pada hamster, pengetahuan tentang genetika biasanya lebih ditekankan untuk mengetahui/mendapatkan warna bulu yang diinginkan. Pewarnaan pada bulu hamster tidak hanya dipengaruhi oleh satu pasang gen, melainkan dapat terdiri dari beberapa pasang gen. Contoh: pada hamster siria, warna dove (abu-abu merpati) disebabkan oleh dua pasang gen pigmen yang tiap pasang harus bersifat resesif, yakni aa pp. Gen a adalah warna hitam dan p adalah cinnamon (agak oranye). Ketiadaan pigmen menyebabkan hamster menjadi berwarna albino (bulu putih, mata merah).

Kromosom
DNA pada setiap makhluk hidup disimpan dalam suatu wadah yang disebut kromosom. Tiap kromosom menyimpan DNA yang mempunyai tugas khusus untuk mengatur bentuk fisik tubuh. Jumlah kromosom pada tiap spesies berbeda. Oleh sebab itu, tidak semua makhluk hidup bisa melakukan perkawinan antar spesies, karena tiap kromosom dari sperma harus mendapat pasangan kromosom lain dari sel telur. Walaupun jumlah kromosom sama, belum tentu perkawinan berhasil. Ibarat kunci dan gembok, pasangan kromosom dari sperma dan sel telur harus identik. Kunci berbentuk bulat tidak dapat dimasukkan ke lubang gembok yang berbentuk pipih. Inilah mengapa perkawinan antar spesies yang memiliki kromosom sama belum tentu berhasil. Kalaupun berhasil, biasanya akan menghasilkan mutasi yang menyebabkan cacat pada keturunan atau kematian pada induk.
Jumlah kromosom pada tiap-tiap spesies hamster:
SpesiesJumlah Kromosom
Hamster Siria - Mesocricetus auratus 44 pasang 
Hamster Campbel - Phodophus campbelli 28 pasang 
Hamster Winter White - Phodophus sungorus 28 pasang 
Hamster Roborovski - Phodophus roborovskii 34 pasang 
Hamster Cina - Cricetulus griceus22 pasang 

Jika melihat tabel di atas, dapat diketahui bahwa jumlah kromosom pada hamster campbell dan winter white adalah sama, yakni 28 pasang. Lalu sering muncul pertanyaan, apakah kedua spesies tersebut dapat dikawin silangkan? Jawabannya bisa. Namun demikian sangat tidak disarankan untuk mengawin silangkan kedua jenis hamster ini. Dalam sebagaian besar kasus kawin silang antara hamster campbell dan winter white sering didapati anak yang cacat dan bahkan letal (mati). Perkawinan antar jenis ini dianggap sebagai tindakan tidak bermoral.

Copyright © 2011 Klub Hamster Indonesia. All Rights Reserved.

Dasar Genetika

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2011/10/pakan-hamster-tips-memilih-pakan-hamster.html[/postlink]Meracik makanan hamster sendiri bagi beberapa orang bukanlah pekerjaan mudah. Beberapa pabrikan telah meracikkan makanan hamster untuk Anda. Mau makanan racikan sendiri atau pabrikan, berikut adalah beberapa tips untuk memilih pakan hamster yang baik:



  1. Ingat: hamster adalah binatang yang lemah. Jadi Anda tidak bisa memberi sembarang makanan.
  2. Pilih pakan yang mengandung makanan alami.
  3. Hamster MakanHindarkan memilih makanan pabrikan yang mengandung pewarna. Pewarna hanya untuk menarik pemilik hamster, tetapi belum tentu baik bagi hamster. Jika zat pewarna yang digunakan ternyata berbahaya, dapat berisoko kanker bagi hamster.
  4. Perhatikan isi kemasan, jika makanan hamster hanya berisi pelet atau sejenisnya (bukan makanan alami) sebaiknya tidak dibeli atau diberikan kepada hamster. Beberapa merek di pasaran Indonesia membuat makanan hamster dengan pelet ikan. Hindari makanan hamster yang tidak pada tempatnya. Hamster bukan ikan.
  5. Makanan hamster tidak boleh berkutu, bersemut, atau serangga lain.
  6. Jika makanan sudah berjamur, sebaiknya tidak dibeli/diberikan.




Copyright © 2011 Klub Hamster Indonesia. All Rights Reserved.

Pakan Hamster - Tips Memilih Pakan Hamster

0
[postlink]https://depokhamster.blogspot.com/2011/10/pakan-hamster-makanan-berbahaya-untuk.html[/postlink]
Berikut adalah makanan yang terlarang bagi hamster. Pemberian makanan berikut beresiko mengganggu kesehatang hamster bahkan dapat menyebabkan kematian.



Segala Jenis Sayuran Daun
Kembang Kol
Kembang Kol

Sawi
Sawi
Beberapa jenis sayur-sayuran, terutama sayuran berdaun tidak baik diberikan berlebihan kepada hamster. Hamster dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi berbagi jenis sayuran berdaun, terutama sayuran berdaun putih. Sawi dapat menyebabkan kelemahan pada tulang punggung.
Kangkung
Kangkung
Beberapa jenis sayuran yang bergetah, seperti kangkung, dapat menyebabkan mulas. Pemberian sayuran secara berlebih dapat menyebabkan hamster terlalu sering buang air besar, bahkan mencret. Gejala ini dapat diketahui dari pantat hamster yang selalu basah. Jika hamster mengalami mencret, hentikan pemberian sayuran (termasuk wortel) dan ganti dengan biji-bijian atau konsentrat. Kebutuhan akan air juga meningkat pada saat hamster mengalami diare.

CabaiCabai dan Masakan Pedas
Cabai dan masakan pedas lainnya tidak boleh diberikan kepada hamster. Cabai membuat sensasi pedas dengan menggerus lidah sehingga berbahaya bagi hamster. Selain itu, bisa menyebabkan gangguan pencernaan pada hamster.

Ikan asinIkan Asin dan Masakan Bergaram Lainnya
Ikan asin dan masakan yang mengandung garam lainnya tidak boleh diberikan kepada hamster. Pemberian pakan jenis ini pada hamster dapat mengakibatkan bulu hamster rontok.

Coklat
Coklat
Permen
Permen
Coklat dan Permen
Coklat dan permen adalah makanan berbahaya bagi hamster. Coklat sendiri bersifat racun bagi hamster. Sedang pada permen, seringkali mengandung zat-zat kimia yang memang tidak pernah ada dalam makanan hamster. Selain itu, kandungan gula pada keduanya tidak baik bagi kesehatan hamster.


Makanan ringan pabrikanMakanan Instant Pabrikan
Makanan instant baik berupa snack, mie, atau apapun bentuknya dengan berbagai merek yang dijual di pasaran, tidak boleh diberikan kepada hamster. Serinkali makanan ini mengandung zat kimia sebagai bahan pewarna dan pengawet yang tidak dapat ditoleransi hamster. Dalam jumlah berlebih, zat kimia ini dapat menyebabkan tumor, kanker, dan gangguan kehamilan. Selain itu, makanan instant hampir dapat dipastikan mengandung garam, sehingga dapat menyebabkan kerontokan bulu pada hamster.


Copyright © 2011 Klub Hamster Indonesia. All Rights Reserved.

Pakan Hamster - Makanan Berbahaya untuk Hamster